2 Jam, Lebih Dekat dengan Teman-Teman UJB

pada hari Kamis, 23 November 2017
oleh adminstube
 

Setiap pelatihan yang dilakukan oleh Stube selalu memiliki kesan yang berbeda bagi setiap pesertanya. Ada yang terkesan dengan materi yang disampaikan pada sesi pelatihan, ada juga yang terkesan dengan fasilitator yang diundang dan ada pula yang terkesan dengan manajeman Stube sendiri. Sama halnya dengan teman-teman dari Universitas Janabadra Yogyakarta yang sangat terkesan dengan pelatihan Survival Competency dan ingin segera berbagi kepada yang lain.

Mereka jujur saat diajak mengikuti pelatihan ada yang terpaksa karena tidak ada teman di kos seperti Estrela, Maria dan Talia, ada yang memang merasa perlu datang seperti Hanis dan Fangges. Mereka bercerita blak-blakan bagaimana mereka mendapatkan pemahaman baru tentang berbisnis dan pentingnya mengetahui UU Desa yang disampaikan pada sesi terakhir pelatihan. Setelah mengikuti alur pelatihan, mulailah mereka paham dan bersyukur berada di sana, bahkan Hanis sudah mencari dan membangun jaringan dengan Rumah Kreatif Jogja untuk menjual tas khas Maybrat ke Jogja dan menjual tas rajut dari Jogja ke Maybrat, Papua.

Karena merasa perlu berbagi, mereka melakukan follow-up dengan mengajak teman-teman Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani (UKMK) dan beberapa teman dari Maybrat Papua untuk berdiskusi bersama. Pada hari Jumat, 17 November 2017 di kampus Universitas Janabadra Yogyakarta ada sekitar tujuh belas orang tertarik dan datang di acara follow-up yang dimulai dengan perkenalan Stube oleh Elisabeth dan dilanjutkansharing dari Hanis, Fangges, Maria, Estrela, Talia dan Lia mengenai materi yang mereka dapatkan. Estrela, “Jujur, saya merasa dipaksa untuk mengajukan pertanyaan dalam sesi pelatihan, tetapi setelah saya pikir-pikir ternyata bermanfaat karena saya orangnya pasif. Stube mengajari saya untuk aktif untuk memunculkan ide”. Maria, “Saya belajar sisi lain dari kota ini, karena ternyata juga adatindak kejahatan dan semua itu mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati.
 
Dari sharing yang dilakukanbeberapa teman yang hadir penasaran dan bertanya-tanya tentang Stube HEMAT, seperti Beny yang datang dari Timor Lesteingin tahu apakah lembaga ini melatih mahasiswamenjadi mediator yang baik. Sarloce, salah satu team kerja Stube menjelaskan bahwa Stube HEMATmemfasilitasi mahasiswa dengan berbagai pelatihan, dan bagaimana menjadi mediator yang baik menjadi salah satu materi pada pelatihan Studi Perdamaian yang sudah diselenggarakan pada bulan September2017, meskipun demikian jika teman-teman mahasiswa memerlukan bahan ataupun diskusi mengenai hal tersebut, maka dipersilahkan menghubungi sekretariatuntuk kemungkinan realisasinya.
 
Elisabeth menambahkan,”Menjadi mediator tidakbisa instan karena ada alur proses yang harus dipelajari. Padapelatihan lalu, ada follow-up bagaimanmenjadi mediator yang baik. Selain teori peserta juga langsung diajak praktek melakukan mediasi sesuai proses”.
 
Masih banyak yang ingin mereka tanyakan tetapi karena kami hanya diberi waktu dua jam dari 16.00 - 18.00 WIB maka acara ditutup dengan berfoto bersama peserta. Dari follow-up ini mereka berharap adadiskusi lanjutan.
 
Tidak ada yang mampu menahan kita untuk belajar jika hati, jiwa dan pikiran kita yang meminta. Jika ingin agar kita didengar maka belajarlah dan bersuaralah dengan cerdas. (SAP).

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

TAG 1  TAG 2  TAG 3  TAG 4  TAG 5  TAG 6  TAG 7  TAG 8  TAG 9  TAG 10  TAG 11  TAG 12  TAG 13  

Youtube Channel

Official Facebook