Melirik Motif Lokal Untuk Batik

pada hari Sabtu, 10 November 2018
oleh adminstube
 
 
Setiap pulau di Indonesia mempunyai ciri khas kekayaan budaya dan seni masing-masing. Hal ini menjadi potensi luar biasa untuk berkreasi menciptakan motif-motif batik baru atau pun mengangkat motif lokal dari pulau-pulau yang ada, terlebih UNESCO telah mengangkat batik sebagai warisan dunia di tahun 2009.

Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus berkarya dengan batik, terutama kreasi batik motif lokal, meskipun tidak semua daerah membuat batik. Daerah NTT misalnya, tidak mengenal batik sebagai karya seni. Masyarakat setempat lebih mengenal dan membuat kain maupun sarung tenun ikat dan songket dengan kekayaan motifnya sendiri. Namun demikian, kekayaan lokal berupa motif-motif menjadi aset yang bisa dikembangkan, khususnya dengan teknik batik, karena batik telah berkembang pesat seperti teknologi yang menyebar luas.

Motif-motif lokal yang bisa diangkat menjadi sebuah motif batik misalnya; rumah adat, flora, fauna, orang, tarian, lambang atau pun benda-benda yang mempunyai filosofi dan berarti untuk kebaikan. Beberapa contoh motif-motif lokal yang diangkat dari berbagai daerah Indonesia bagian timur:
 
 
Manggarai, Nusa Tenggara Timur: motif Ranggang atau laba-laba sebagai simbol kejujuran dan kerja keras, dan menegaskan ikatan antara rumah dan kebun.
Ende Lio, Nusa Tenggara Timur: motif gajah yang dipercaya masyarakat lokal sebagai hewan kesayangan para dewa.
Sikka, Maumere, Nusa tenggara Timur: motif Okukirei yang menggambarkan kehidupan nelayan dan hasil laut, berdasarkan kisah nenek moyang penduduk Sikka sebagai pelaut ulung.
Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur: motif udang yang diangkat karena memiliki kebiasaan berjalan beriring-iringan yang melambangkan kawan sepenanggungan. 

 
Papua: motif Cenderawasih  dan alat music Tifa,  menonjolkan kecantikan burung Cenderawasih dan keindahan musik dengan alat Tifa, yang keduanya berwarna keemasan.
Sentani, Papua: motif alur batang kayu yang melingkar-lingkar yang menyimpan makna kekayaan hayati yang dimiliki daerah ini.
Toraja, Sulawesi Selatan: motif kerbau yang melambangkan kebesaran, atau burung Belibis yang menggambarkan kejayaan.
 
Maluku Utara: motif bunga cengkeh sebagai lambang keteguhan dalam memegang prinsip.

 

Perlu diakui bahwa motif-motif lokal Indonesia terlalu banyak untuk dituangkan satu persatu dalam tulisan, juga sangat disayangkan jika terlewat satu pun keindahannya. Selamat berkreasi dengan motif lokal Indonesia, supaya batik lebih mengindonesia. (SIP).

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook