Mengenal Sentra Batik Tulis di Yogyakarta  

pada hari Rabu, 28 November 2018
oleh Stube HEMAT
 
 
Pecinta batik tulis tentu merasa tidak lengkap tanpa mengetahui sentra batik tulis di kota Yogyakarta. Ada beberapa lokasi sentra pembuatan batik tulis di kota ini yang sekaligus bisa dijadikan sebagai tempat belajar praktek membatik. Di sini pecinta batik bisa bertemu langsung dengan para pembatik yang terus bersemangat masih bertahan ditengah persaingan yang ada.
 
Kampung batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul merupakan salah satu sentra pembuatan batik tulis yang terkenal, bahkan tertua di Bantul, sejak jaman Sultan Agung, raja Kerajaan Mataraman sekitar abad ke-17. Selain tamu lokal, tamu mancanegara juga sering datang berkunjung ke tempat ini untuk belajar membatik. Giriloyo yang terletak di hamparan yang dikelilingi sawah dan hutan jati, menawarkan suasana pedesaan yang nyaman. Beberapa workshop batik menggeliat dengan industri kerajinan batik yang ditopang oleh warga setempat sebagai para perajinnya.
 
Daerah Pajangan juga merupakan sentra batik lain di Kabupaten Bantul yang bisa menjadi tujuan kunjungan para pecinta batik. Aneka kain batik dan baju batik bisa didapatkan di sini dengan harga yang pantas. Puluhan rumah di daerah ini dijadikan tempat pembuatan sekaligus galeri batik oleh warganya yang berprofesi sebagai pengrajin batik.
 
Ada pula sentra Batik Tancep di desa Sendangrejo, Ngawen, Kabupaten Gunugkidul. Batik Tancep memiliki ciri khas yaitu memiliki warna lebih biru keungu-unguan, hijau dan coklat. Sementara itu Kabupaten Kulon Progo juga memiliki batik tulis dengan motif khas yakni motif “gebleg renteng”. Motif ini diambil sebagai simbol makanan khas Kulonprogo yakni ‘gebleg’. Masyarakat maupun pemerintah sangat menghargai ciri khas ini.
 
Munculnya industri batik dengan teknik modern menimbulkan pilihan bagi konsumen membeli produk batik. Ada yang tetap menginginkan batik tradisional ada pula yang ingin membeli batik modern. Membatik dengan cara tradisional memang memerlukan proses yang lama dalam pembuatannya. Selain itu, perawatan untuk kain batik tulis memerlukan perlakuan khusus seperti tidak boleh kena sinar matahari langsung ketika menjemur dan ketika mencuci tidak boleh menggunakan detergent karena akan merusak warna, tetapi memakai ‘lerak’.
 
Saat ini promosi batik tulis dilakukan hingga ke berbagai penjuru dunia sehingga secara tidak langsung memompa semangat para pembatik untuk terus menghasilkan karya. Namun minimnya generasi muda untuk menjadi pembatik menjadi hambatan tersendiri dalam memenuhi pesanan konsumen. Sebagai generasi penerus bangsa melestarikan budaya lokal seperti batik tulis menjadi tanggung jawab bersama, apalagi batik sudah diakui sebagai warisan budaya dunia. (RPA).           

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook