Semangat Mengejar Target SDGs 2030

pada hari Minggu, 31 Maret 2019
oleh adminstube
 
 
Negara yang berdaulat adalah negara yang berkomitmen mensejahterakan rakyatnya dengan cara-cara:mengentaskan kemiskinan, semua bisa bersekolah sampai jenjang SMA, sanitasi dan kesehatan yanglayakjuga mengurangi angka kematian ibu dan anak. Untuk mencapainya, setiap negara harus memilikitolak ukur pencapaian yang sama, maka pada September 2000, Millenium Development Goals (MDGs) atau“Tujuan Pembangunan Milenium” dideklarasikan dalamKonferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Ada delapan poin utama yang harus di capai pada tahun 2015, meliputi: (1)Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; (2)Pendidikan dasar untuk semua; (3)Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; (4)Menurunkan angka kematian anak; (5) Meningkatkan kesehatan ibu; (6) Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya; (7) Memastikan kelestarian lingkungan hidup; (8) Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam prosesnya, MDGs di Indonesia dan dunia belum sepenuhnya tercapai. Waktu15 tahun untuk mencapai MDGs dirasa kurang, sehingga negara-negara anggota PBB melanjutkan kembali program tersebut dengan nama SDGs atau Sustainable Development Goals pada September 2015 di New York. Indikator capaian SDGs lebih detail dengantujuh belas poin dengan harapan pada tahun 2030 semua negara sudah bebas dari kemiskinan, semua anak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas baik itu infrastruktur maupun kualitas sumberdayamanusianya, semua negara bisa menangani permasalahan iklim global dan berbagai permasalahan lainnya terkait dengan keberlanjutan kehidupan serta kedamaian bersama.

Berkaitan pertanggungjawabanIndonesia ke PBB tahun 2019 ini, Stube-HEMAT Yogyakarta turut ambil bagian untuk berbagi dan mengumpulkan aspirasi serta permasalahan apa saja yang dihadapi teman-temanmuda di daerah, karena 90% aktivis Stube HEMAT berasal dari luar Jawa.


Dari diskusi di sekretariat Stube-HEMAT Yogyakarta(31/03/2019) yang dihadiri kurang lebih delapan belas orang pesertadengan fasilitator Dr. Murti Lestari, M.Si selaku Board Stube-HEMAT,kendala terbesar yang sering ditemui adalah rendahnya kualitas pendidik yang mengakibatkanrendahnya sumber daya manusia. Kualitas guru, sarana prasarana, infrastruktur, jarak tempuh rumah ke sekolah menjadi kendala utama di banyak pulau dan daerah pelosok di Indonesia. Pemakaian bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui seperti batu bara menjadi agenda dalam pemeliharaan lingkungan dan ekosistem untuk mencapai iklim yang ideal atau menurunkan emisi gas rumah kaca yang saat ini sudah berdampak pada naiknya permukaan air laut.

SDGs baru berjalan 4 tahun, kita masih punya 11 tahun lagi untuk bisa ikut terlibat ambil bagiandalam setiap poinnya serta mendorong pemerintahuntuk memenuhi ketujuh belas poin tersebut agar Indonesia bisa memenuhi indikator keberhasilan SDGs pada tahun 2030. (SAP).




 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook