Semangat ‘Melek’ Politik Warga GKJ Panggang

pada hari Minggu, 31 Maret 2019
oleh adminstube
 
 
Suasana akrab dan hangat begitu terasa ketika team Stube-HEMAT Yogyakarta berjumpa dengan Majelis dan jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Panggang di Watu Payung, Gunungkidul (Sabtu, 30/3/2019) dalam kegiatan dengan tajuk ‘Belajar Bersama tentang Politik’ sebagai bekal menyambut pesta demokrasi Indonesia yaitu Pemilihan Umum. Pesertanya adalah majelis gereja, komisi warga dewasa, komisi pemuda dan remaja, sesepuh gereja dan komisi kesaksian pelayanan. 


Dalam sambutannya, Prambudi Yakobus S, S.Pd, ketua majelis gereja, menyampaikan rasa syukur karena jaringan kerjasama gereja dan Stube-HEMAT Yogyakarta terus ada sampai sekarang dan menjadi modal berharga pertumbuhan gereja di masa mendatang. Selanjutnya Elizabeth Uru Ndaya, S.Pd memperkenalkan Stube-HEMAT sebagai lembaga pendampingan mahasiswa Kristen di Yogyakarta dan menjadikan mereka sebagai saluran berkat untuk gereja-gereja sesuai keahlian yang dimiliki. Acara pembinaan warga gereja saat ini adalah wujud membagi berkat pengetahuan bagi banyak orang.
 
Selanjutnya Trustha Rembaka, S.Th., mengungkap sejarah interaksi gereja dan kekuasaan politik, dimulai dari masa Yesus dan murid-muridNya yangberada di luar kekuasaan politik bahkan dianggap sebagai pemberontak. Dalam perkembangannya pengikut Kristus bertambah dan mereka memiliki cara hidup baik, jujur dan peduli, bahkan banyak berperan di masyarakat. Namun penguasa Romawi menganggap hal ini sebagai ancaman dan mulai menghambat dan menganiaya orang Kristen. Meskipun demikian  kekristenan terus berkembang, bahkan kemudian pada akhirnya diakui menjadi agama negara. Ketika kekristenan mulai bercampur dengan kekuasaan, maka mulailah sedikit demi sedikit kehilangan daya kritis, mengabaikan kemanusian, kemiskinan dan ketidakadilan, karena sudah berada di zona nyaman. Reformasi gereja tahun 1517 menjadi puncak kemuakan atas sikap manipulatif gereja dan para pemukanya yang membawa gereja kembali pada hakikatnya menyuarakan suara-suara kenabian dengan memperjuangkan kemanusiaan, pengentasan kemiskian dan melawan ketidakadilan.

Satu ‘game’ menarik, yang dinamaiMaju Mandegdihadirkan, dimana pesertamemerankan tokoh-tokoh tertentu. Narator menyampaikan penyataan-pernyataan dan peserta menentukan apakah melangkah ‘Maju’ atau ‘Mandeg’ (diam di tempat). Saat peserta  merasa mampu mereka akan ‘maju’ atau ‘mandeg’ saat merasa tidak mampu dan terungkap bahwa peserta yang ‘mandeg’ karena miskin, pendidikan rendah dan tidak percaya diri. Ini menyadarkan peserta bahwa merekabisa maju dalam keterbatasan yang dimiliki apabila ada keputusan-keputusan politik yang berpihak. Permainan ini menggugah kesadaran dan semangatpeserta untuk ikut PEMILU dengan memilih pemimpin yang mampu menghadirkan kesejahteraan.

Sarloce Apang, S.T., mengajak Warga Gereja Bergerak untuk Bangsa, warga gereja tidak hanya memikirkan gereja, tetapi juga kepentingan bangsa. Ia mengingatkan jangan sampai buta politik, yaitu ketidakmauan untuk melihat, mendengar, berbicara dan berpartisipasi dalam peristiwa politik. Perlu sadar bahwa berbagai kebijakan bangsa merupakan hasil keputusan politik, jadi sikap apatis dan tidak peduli terhadap dunia politik akan menghambat bangsa ini untuk maju. Sesi terakhir oleh Marianus YL Lejap memaparkan tentang Aku dan Pemilu sebagai bekal warga gereja mengenal partai-partai yang berlaga di Pemilu, Penyelenggara Pemilu dan mengamati calon presiden, calon anggota DPD, calon legislatif untuk DPR RI, DPR tingkat propinsi dan DPRD tingkat Kabupaten Gunung Kidul.
 
“Beberapa waktu lalu remaja dan pemuda mengungkapkan kesan positif ketika belajar bersama dengan tim dan mahasiswa Stube-HEMAT. Jadi, ketika ada peluang belajar bersama lagi dengan Stube-HEMAT, kami menerimanya. Intinya kami haus akan pengetahuan dan belajar hal baru”, ungkap Pdt. Subagyo, pendeta gereja setempat di akhir acara.

Gereja yang memiliki jejaring kuat, semangatmempelajari hal-hal baru, mau membuka mata, dan melek politik adalah gereja yang bertumbuh dan menjadi modal bagus untuk berkembang karena kegiatan ini membantu warga gereja jernih dan cerdas dalam menentukan pemimpin yang mampu menghadirkan kesejahteraan di masyarakat Selamat memilih yang terbaik. (TRU).

 

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook