Ngerti, Ngrasa, Nglakoni  Mengerti, Merasakan dan Melakukan (Kognitif, Afektif dan Psikomotorik)

pada hari Jumat, 9 Agustus 2019
oleh adminstube
 
 
 
Salah satu kelompok masyarakat yang disebut masyarakat Jawa, merupakan masyarakat yang pada umumnya tinggal di bagian tengah pulau Jawa. Masyarakat Jawa dikenal memiliki kekayaan budaya, ajaran-ajaran dan ungkapan-ungkapan yang beragam bahkan bisa dikatakan kompleks karena berkaitan dengan banyak hal dan mendapat pengaruh karena perjalanan sejarah masyarakat Jawa sendiri, misalnya pengaruh Hindu dan Islam. Kebudayaan, ajaran dan ungkapan ini menjadi pedoman hidup sehari-hari dalam berelasi antara manusia dengan dirinya, manusia dengan sang Mahakuasa, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam sekitar. Semua ini merupakan sarana yang diyakini untuk menjaga keseimbangan tatanan hidup bermasyarakat.

Harus diakui bahwa ada berbagai petuah, nasehat dan ungkapan yang hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Jawa. Salah satunya adalah Ngerti, Ngrasa dan Nglakoni. Petuah ini diungkapkan oleh Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia dan pendiri Tamansiwa.
 
Pengertian sederhana dari Ngerti, Ngrasa dan Nglakoni ini adalah:
Ngerti (Mengerti) :
ini adalah upaya seseorang untuk memperoleh pengetahuan atas sesuatu yang ingin diketahui maupun yang tidak disengaja melalui panca inderanya. Di dalam aspek kognitif ini ia akan mampu mengenali sesuatu, identifikasi dan membuat suatu konsep dari pengetahuan baru yang ia peroleh.
 
Ngrasa (Merasakan):
ini adalah fase afeksi dimana seseorang merasakan dan menghayati apa yang telah ia ketahui, tidak hanya sekedar tahu tetapi menemukan makna di dalamnya. Ini nampak dari perubahan sikapnya karena pengetahuan baru yang telah diperoleh sebelumnya.
 
Nglakoni (Melakukan):
bagian ini merupakan aspek motorik di mana seseorang bertindak, melakukan sesuatu atau keterampilan karena pengetahuan baru yang ia pelajari sebelumnya. Ini merupakan bentuk konsistensi dan keteladanan, melakukan apa yang telah dipelajari sebelumnya.
 
Petuah ini tetap relevan sampai saat ini karena seseorang dari lahir melalui tahapan kehidupan sesuai perkembangan dirinya menuju kedewasaan, selalu mendapatkan pengetahuan baru, merasakan dan melakukan.
 

Dalam kaitan kehidupan manusia di dalam dunia yang penuh dengan keberagaman, dan keberagaman adalah keberadaan hakiki yang ada di dalam dunia, termasuk manusia dan keadaan alam di sekitarnya. Manusia berada di dalamnya dan ia berusaha mengenali dan mengetahui segala sesuatu yang ada di sekitarnya, dan pada kenyataannya ia tidak bisa melepaskan diri dari lingkungan di sekitarnya. Pengetahuan dan pengalaman baru terhadap keberagaman mendorong seseorang merenungkan dan menghayati kenyataan yang ada. Ini yang membuat seseorang menentukan sikapnya dan menentukan tindakan sebagai respon terhadapnya. 
 
Khususnya di Indonesia dengan keberagaman budaya, etnik, religi dan masyarakat maka langkah-langkah yang perlu diambil adalah ‘Ngerti’ yaitu berupaya memperoleh pengetahuan tentang keberagaman tersebut sehingga menemukan dan mengerti tentang nilai-nilai atau filosofi hidup, keunikan dan ekspresi budaya dari masyarakat lainnya. Kemudian ‘Ngrasa’ atau merasakan dan menghayati keberagaman bukan sebagai ancaman melainkan kenyataan dan kekayaan Indonesia. Selanjutnya ‘Nglakoni’ yaitu mewujudkan dalam tindakan yang menujukkan sikap saling toleransi, keterbukaan melalui kerjasama, gotong royong, sopan santun dan kepedulian pada kemanusiaan dan lingkungan.
 
Ngerti, ngrasa dan nglakoni adalah petuah sederhana tetapi membutuhkan kemauan, kesadaran dan kesungguhan untuk mewujudkan dalam tindakan hidup sehari-hari. (TRU).

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook