Mencetak Gol Persatuan (Merayakan perbedaan lewat Futsal)

pada hari Sabtu, 21 September 2019
oleh adminstube
 
 
Keberagaman selain menyimpan kekayaan karena keanekaragamannya, bisa menjadi bumerang bagi kehidupaan masyarakat itu sendiri karena berpotensi memicu konflik karena perbedaan yang dimiliki. Banyak elemen masyarakat berusaha mengedukasi kalau keberagaman adalah harta yang sangat berharga dan sudah sepatutnya menjadi kebanggaan bangsa dan negara. Merespon maraknya isu keberagaman yang terjadi, Stube-HEMAT ikut ambil bagian untuk menjaga keakraban dan menyatukan semua aktivis Stube-HEMAT yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rote dengan bermain futsal di Telaga Futsal 1, Babarsari Yogyakarta.

Olahraga menjadi pilihan sebagai ajang untuk menyatukan semua orang didalam satu lapangan. Dari olahraga seperti futsal, orang bisa belajar pentingnya kerjasama tim tanpa melihat asal, agama, suku atau pun ras. Teman-teman peserta yang diajak berolah raga menyambut antusias, dengan hadir tepat waktu mulai jam 16.00 WIB memakai kostum lengkap. Tercatat 33 orang mahasiswa dari berbagai daerah, agama dan latar belakang studi berpartisipasi dalam olah raga ini.

Pertandingan dibuka dengan sambutan dari Trustha Rembaka, S.Th selaku koordinator Stube HEMAT Yogyakarta, dan tendangan pertama dari Pdt. Em, Bambang Sumbodo, S.Th., M.Min selaku board Stube-HEMAT sebagai penanda permainan futsal resmi dibuka. Ada 4 tim futsal yang terdiri dari 2 tim putra dan 2 tim putri, yang selanjutnya tim putri mendapat kesempatan bermain terlebih dahulu dengan durasi 10 menit x 2, dan 5 menit untuk istirahat. Pertandingan berjalan lancar dan semua bermain dengan gembira terlihat dari raut wajah peserta, kelincahan dan teriakan spontan para pemain. Mereka menendang bola dengan penuh semangat dan terus berusaha membobol gawang lawan, tercatat skor lima dan dua gol di akhir permainan tim putri.
 
Tim putra bermain pada putaran kedua dan terbagi menjadi 2 tim dengan masing-masing tim beranggotakan 8-10 orang. Peserta yang bermain berasal dari Halmahera, Maluku, Maybrat, Raja Ampat, Sulawesi, Sumba, Flores, Bogor, Cilacap, Bengkulu, Palembang dan Lampung. Selain itu juga mereka semua berasal dari berbagai kampus di Jogja seperti UIN, UNPROK, ITY, UBSI, UJB, UST & STAK MARTURIA.
 
Keakraban harus terus dibangun ditengah-tengah keragaman yang ada agar tidak mudah termakan hoax yang sangat marak saat ini. Keakraban lapangan Futsal bukan hanya soal olahraga tetapi soal kerjasama tim mencetak goal ‘persatuan’ yang dibutuhkan untuk  membangun negeri ini tetap damai dan nyaman bagi semua suku, ras, dan agama. Anak muda Indonesia adalah satu bangsa yang berbahasa satu dan bertanag air satu dengan motto Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tetapi tetap satu. Mari terus belajar bekerjasama dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai sesama anak bangsa untuk kejayaan negeri ini. (SAP)

 

 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook