Menjadi Lebih Dari Yang Saat Ini  Refleksi peserta pelatihan Communication Skills

pada hari Senin, 18 Mei 2020
oleh Stube HEMAT
 

 

 

 

Awalnya saya belum mengenal apa itu Stube-HEMAT Yogyakarta ketika Kristiani Pedi, penggerak komunitas Ana Tana di mana saya aktif di dalamnya, bercerita tentang pengalamannya mengikuti kegiatan di Stube-HEMAT Yogyakarta. Kemudian ia menginformasikan kepada saya pelatihan Communication Skills yang diadakan Stube-HEMAT Yogyakarta. Saya langsung ok, karena saya sedang mencari kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang saya, selain kuliah online, selama karantina mandiri untuk mengurangi penyebaran Covid-19, daripada rebahan, lebih baik mengupayakan sesuatu yang positif, iya kan?

 


 

 

Saya, Rexine Yeralvany Riwu, berasal dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur yang sedang belajar Destinasi Wisata di Diploma Kepariwisataan Universitas Merdeka Malang. Dalam benak saya pulau Sumba atau yang sering disebut The Hidden Paradise merupakan pulau yang kaya akan potensi alam dan budayanya, telah berkembang menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang wajib dikunjungi wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Keunikan Sumba inilah yang membuat saya tertarik untuk bekerja dalam bidang kepariwisataan. Selain masih minimnya pekerja pariwisata, mengembangkan kesejahteraan masyarakat melalui industri pariwisata menjadi impian saya. Saya memilih Malang, khususnya Universitas Merdeka Malang tempat saya menempuh pendidikan karena memiliki sarana dan prasarana belajar yang memadai, juga suasana kotanya yang asri sehingga terkesan aman bagi seorang perantau seperti saya.



Pelatihan Communication Skills dari Stube HEMAT sudah mengasah kemampuan berbicara, bahkan di akhir pelatihan ini saya ditantang untuk menghasilkan video pendek yang menghibur (parodi) namun tetap mengedukasi berkaitan Covid-19 atau realitas sosial. Ini sesuatu yang baru dan tentunya merupakan tantangan yang sulit bagi saya karena saya sendiri adalah tipe orang yang serius dan “takut kamera”, saya tidak pandai berakting lucu. Setelah melalui pemikiran dan diskusi yang cukup matang, saya berhasil mengkonsepkan video parodi mengenai Covid-19 dan realitas sosial sekaligus dengan mengusung tema “Dampak Covid-19 dalam Industri Pariwisata”, sebuah video parodi edukasi yang modern dengan konsep yang disukai remaja-remaja milenial. Proses pembuatan video merupakan tantangan yang sesungguhnya bagi saya. Sangat sulit, bahkan saya hampir menyerah. Untungnya, saya terus menerima asupan semangat dari pembimbing saya, Trustha Rembaka dan Putri Laoli, ini hal sederhana namun sebenarnya sangat membantu. Akhirnya saya berhasil membuat video pendek dengan empat adegan sekaligus, tidak sempurna memang, namun membawa perubahan yang sangat besar bagi saya. Terkadang musuh terbesar adalah diri sendiri, dan saya semakin bersemangat mengalahkan sesuatu yang saya anggap “saya tidak mampu”. Berkat ide dan masukan pendamping dan modifikasi ide, lahirlah adegan-adegan untuk video tersebut. Setelah melalui proses editing yang cukup melelahkan, video akhirnya selesai dan diupload di YouTube Channel Stube-HEMAT Yogyakarta.
 

 

 

Pengalaman adalah guru terbaik, saya menemukan sesuatu yang berharga dari pengalaman saya sebagai peserta pelatihan Communication Skills: If you only do what you can do, you’ll never be more than you are now  (jika kamu hanya melakukan apa yang dapat kamu lakukan, kamu tidak akan pernah menjadi lebih baik dari kamu saat ini). Sesuatu yang dulunya saya anggap saya tidak mampu, ternyata dapat saya selesaikan dengan baik. Terima kasih, Stube-HEMAT. (Rexine Yeralvany Riwu).


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook