Meninggalkan Zona Nyaman untuk Berkembang   Refleksi peserta Communication Skills Tahun 2020 gelombang 2

pada hari Senin, 4 Mei 2020
oleh adminstube
 

 

 

 

 

 

 

Awalnya saya tidak mengenal apa itu Stube HEMAT Yogyakarta, bahkan ketika teman-teman di kampus banyak bercerita tentang Stube HEMAT dan kegiatannya. Saya abaikan saja dan berpikir, “Ah, buat apa ikut.” Pada akhirnya saya bertemu langsung dengan Trustha Rembaka dan berbincang banyak tentang kuliah dan pengembangan diri termasuk informasi tentang di Stube HEMAT Yogyakarta, namun yang sangat berkesan adalah Trustha bukan dari Sumba tapi begitu mengenal Sumba daerah asal saya, bahkan dari ceritanya beberapa teman saya di Sumba pun telah mengikuti kegiatan di Stube-HEMAT Sumba. Bagi saya, Sumba merupakan pulau yang menyimpan kekayaan alam yang unik, tidak hanya keindahan alamnya tapi memiliki keunikan lain, seperti adat istiadat, bahasa, religi, dan pesona yang menarik perhatian wisatawan untuk mengunjungi Sumba. Namun dalam perbincangan kami ada wawasan baru yang saya temukan dan ini membuat saya berminat mengikuti kegiatan Stube-HEMAT.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya Satridurisa Rambu Kahi, desa Lailara, kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur dan saat ini sedang menempuh pendidikan teologi kependetaan di STAK Marturia Yogyakarta. Tinggal di kota Yogyakarta begitu menyenangkan karena kota ini bersejarah dan istimewa. Ya, walaupun jaraknya sangat jauh dari Sumba, tapi saya belajar untuk menyesuaikan diri, jauh dari orang tua dan sanak saudara, dari situlah saya memotivasi diri semangat belajar. Seorang yang berasal dari daerah yang jauh sangat tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, apalagi perbedaan bahasa, logatnya, bahkan menyapa orang lain. Itu membutuhkan keterampilan dalam menyesuaikan diri .

 

 

Pelatihan Communication Skills ini kegiatan kedua dari Stube Hemat Yogyakarta yang saya ikuti setelah diskusi Multikultur. Pelatihan ini memotivasi dan membentuk diri saya memiliki cara berbicara yang baik bahkan ide kreatif, seperti tujuan pelatihan ini mengasah kemampuan berbicara di depan umum, memiliki teknik public speaking yang baik dan mempelajari syarat public speaking, mampu menggunakan bahasa Verbal (perkataan) dan Non Verbal (gerakan). Di akhir pelatihan saya ditantang untuk membuat video pendek yang menghibur serta berhubungan dengan Pandemi Covid-19. Awalnya saya merasa gelisah dan merasa tidak bisa, membuat dan mengedit video. Saya merasa diri saya sangat terbatas, khawatir dan grogi karena ini pertama kalinya saya membuat video, tetapi saya berpikir kapan lagi ada kesempatan ini dan ide pun ditemukan dengan bimbingan dan motivasi dari pendamping, Erik Poae dan Thomas Yulianto. Akhirnya, saya berhasil membuat video pendek “Jaga Jarak, Bukan Berarti Menjauh”, yang berisi mengenai perubahan-perubahan yang ditemui ketika pandemi covid-19. Video tersebut bisa dilihat di YouTube Channel Stube HEMAT Yogyakarta dengan link https://youtu.be/tcfrLKAMmeQ

 

 

 

 

 

 

Proses ini tidaklah mudah bagi saya, namun dengan adanya pendampingan Communication Skills, dan dukungan teman-teman di asrama, saya belajar bahwa untuk mulai mengembangkan diri itu harus keluar dari ‘zona nyaman’ seperti menghilangkan rasa tidak percaya diri, mengalahkan rasa malas dan selalu belajar dari pengalaman. Ini benar-benar membentuk diri saya bahwa sesuatu diperoleh dari kemauan untuk belajar dan berusaha, nanti ketika pulang di Sumba saya berharap bisa menjadi orang yang lebih baik. Lakukanlah semuanya dengan sukacita, maka kamu akan memperolehnya. Terima kasih Stube HEMAT. (Satridurisa Rambu Kahi)

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook