Strategi Belajar Mahasiswa Saat Pandemi

pada hari Kamis, 22 Oktober 2020
oleh Yuli Triyani (Mahasiswa STAK Marturia Yogyakarta)

 

 

 

Berbicara mengenai teknologi, pasti sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa, terlebih di era ini mahasiswa dituntut untuk bisa menggunakan teknologi, baik untuk mengerjakan tugas kuliah maupun pekerjaan lainnya yang menuntut penggunaan smartphone, laptop, proyektor dan perangkat lainnya. Pandemik Covid-19 yang terjadi secara global, mengubah pola hidup setiap orang termasuk dalam perkuliahan yang saya alami di Yogyakarta, Indonesia.

 

 

Perkuliahan yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, menulis di papan, diskusi dan presentasi kelompok, dan menggunakan proyektor, seketika berubah menjadi virtual education untuk mengantisipasi merebaknya infeksi Covid-19. Terlihat mudah mengikuti kuliah dari kos, menyalakan smartphone dan mengikuti kuliah, namun kenyataannya tidak mudah, bahkan terkadang tidak membuahkan hasil baik. Ada beragam persoalan yang dihadapi para mahasiswa dibalik perubahan pola belajar dengan memanfatkan keunggulan teknologi dalam menyampaikan materi dan interaksi secara online menggunakan aplikasi Google meet, Zoom meeting, YouTube dan lainnya.

 

 

Nampaknya mudah kuliah semacam ini tetapi tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh dengan perubahan pola belajar seperti ini karena mereka mesti menyesuaikan diri dengan pola baru dalam belajar secara online, menghadapi beragam masalah dari jaringan yang tidak stabil bahkan tidak ada jaringan, beberapa mahasiswa belum mempunyai smartphone maupun laptop, jadi harus pergi ke warnet untuk dapat mengikuti perkuliahan online, dan yang paling sering dikeluhkan mahasiswa adalah keterbatasan alokasi uang untuk membeli paket internet karena aplikasi untuk kuliah online menguras kuota paket internet. Bayangkan jika satu kali kuliah online untuk setiap mata kuliah menghabiskan 1 Gb paket internet, dan sehari ada tiga mata kuliah, berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk membeli paket internet satu bulan? Sebagian ada yang terbantu karena ada fasilitas wifi, tetapi bagaimana dengan yang tidak?

 

 

Ini menjadi tantangan baru bagi saya yang datang dari Lampung ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah. Saya harus tinggal di rumah kos dan mesti cerdas mengatur keuangan dengan membatasi pengeluaran atau apa yang bisa dikerjasamakan dengan teman. Namun bukan mahasiswa namanya jika tidak menemukan solusi, saya dan teman-teman merespon dengan berkumpul bersama di kos saat kuliah online, satu telepon genggam atau laptop dipakai bersama, dan bergantian tethering dengan teman, misalnya hari ini menggunakan telepon genggam Eri, besoknya  menggunakan milik Yuli, dan lusa milik teman lain. Bisa juga dengan pergi ke kampus memanfaatkan wifi. Saya dan teman-teman menikmati ini, setidaknya bisa menghemat pemakaian paket internet. Selain itu, ada kesulitan lain ketika menayangkan materi presentasi karena belum terbiasa dengan aplikasinya yang sering digunakan dalam kuliah.

 

 

Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa belajar teknologi tidak hanya pada saat perkuliahan atau pandemik saja, mengingat teknologi akan terus berkembang jadi saya harus terus meningkatkan kemampuan diri agar bisa menyesuaikan dengan tuntutan dunia kerja nantinya dengan teknologi tinggi. Salah satu alternatif yaitu dengan mengikuti kegiatan di Stube HEMAT Yogyakarta dengan program Cyber Awareness yang membekali saya dengan motivasi baru untuk belajar banyak hal baik teknologi maupun keterampilan lainnya yang bermanfaat dan dapat saya bagikan nantinya ketika kembali ke daerah asal saya.

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook