RW 19 Nyutran: Kampung Tangguh Covid 19

pada hari Senin, 7 Desember 2020
oleh Trustha Rembaka

 

Terus melonjaknya kasus paparan Covid 19, menjadi sebuah keprihatinan tersendiri masyarakat Yogyakarta khususnya warga RW 19. Covid 19 bahkan sudah sampai di depan mata ada di sekitar masyarakat. Dengan menyadari bahwa penanganan melawan Covid 19 tidak bisa sepenuhnya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi masyarakat juga harus terlibat aktif dalam level pencegahan dan pemberian informasi sebagai langkah penanganan. Kesadaran warga dan semangat terus mencari informasi berkaitan Covid 19 bersambut baik dengan Stube HEMAT Yogyakarta melalui program Health Problems in Indonesia. Stube HEMAT menginisiasi dialog dan edukasi kepada masyarakat, sebagai kontribusi dalam pembangunan masyarakat khususnya bidang kesehatan berkaitan dengan pandemik Covid 19. Dialog secara virtual ini diikuti oleh pengurus RW dan anggota tim Satgas Covid kampung Nyutran RW 19 tentang Desa/Kampung Tangguh Covid 19 bersama Endro Sambodo dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY pada hari Minggu (6/12/2020).

 

 

Dalam pembukaan Ariani Narwastujati, Direktur Eksekutif Stube HEMAT sekaligus moderator mengungkapkan bahwa topik ini dipilih untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang terjadi sehari-hari dalam masyarakat mewujudkan kampung tangguh Covid 19. Ketua Satgas Covid RW 19, Didiet Raditya Hadi menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih kepada narasumber yang sudah meluangkan waktu dalam dialog virtual yang baru pertama kali dilakukan selama pandemi dan berharap pertemuan ini bermanfaat untuk masyarakat khususnya warga RW 19 untuk tahu hal-hal berkaitan kampung tangguh Covid 19.

 

Endro Sambodo dalam pemaparan materi mengingatkan pentingnya desa/kampung tangguh Covid 19 karena wabah pandemik di wilayah DIY terus meningkat. Ini membutuhkan peran serta masyarakat dari tingkat RT/RW untuk segera memberdayakan diri sehingga masyarakat sigap bertindak apabila wabah mulai masuk ke wilayahnya. Dengan kesigapan masyarakat setempat merespon wabah maka penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sehingga rantai penularan dapat diputus dan mencegah paparan lebih banyak. Berkaitan dengan Desa/kampung Tangguh Covid 19, Endro mengungkapkan langkah-langkah yang mesti dipenuhi, yaitu: 1) pengurus kampung memiliki sistem komunikasi warga melalui Whatsapp, sms atau aplikasi komunikasi lainnya. 2) peraturan yang harus dilaksanakan untuk keselamatan warga, terutama terkait berkumpulnya warga, acara-acara khusus, adanya pendatang atau pemudik, termasuk kesepakatan sanksi yang disetujui bersama. 3) membuat komunikasi yang cepat apabila terjadi insiden apa pun di wilayahnya. 4) Menunjuk warga atau meminta kesukarelaan warga menjadi penanggung jawab bidang yang dibutuhkan. 5) membentuk bidang komunikasi, kesehatan, operasi, logistik dan keamanan. Catatan penting lainnya adalah mencegah stigma sosial untuk melindungi orang yang terpapar Covid, bahwa terpapar Covid bukanlah aib.

 

 

Endar Hidayati, ketua RW 19 mengungkapkan “Dialog ini bagus sekali untuk membuka wasasan kami sebagai pengurus kampung Nyutran menjadi kampung tangguh Covid, adanya pengetahuan baru ini menjadi referensi kita untuk menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk lebih sigap dan sadar menghadapi Covid yang tidak tampak tapi sebenarnya ada.” Harapannya pengalaman dalam dialog edukasi ini menjadi nilai tambah bagi setiap peserta dan bekal baru dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi pandemi Covid 19. Terus guyub rukun saklawase, Bravo RW 19.***




  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook