Memperhatikan Ibu dan Bayi, Memperhatikan Kehidupan

pada hari Senin, 14 Desember 2020
oleh Kresensia Risna Efrieno

Pemetaan masalah Kesehatan di Indonesia

Masalah kesehatan masih menjadi keprihatinan di Indonesia, bahkan bisa dikatakan rentan, karena dari hal yang sepele bisa mengancam nyawa manusia jika tidak ditangani dengan baik, apalagi di daerah terpencil dan terbatas layanan kesehatannya. Beragam masalah kesehatan ini muncul dari beragam kondisi geografis Indonesia, termasuk kabupaten Manggarai, propinsi Nusa Tenggara Timur tempat saya tinggal.

 

Salah satu masalah yang menjadi perhatian saya adalah kematian ibu dan bayi. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai tahun 2018 menyatakan bahwa salah satu masalah adalah kematian Ibu dan Bayi, serta gizi buruk. Beberapa kendala mengatasi masalah tersebut mencakup SDM tenaga kesehatan terbatas, kondisi geografis wilayah, budaya, distribusi tenaga kesehatan belum merata, pelaksanaan SOP di faskes tingkat pertama (FKTP) belum optimal, anggaran kesehatan dan terbatasnya alat kesehatan yang berkualitas. SDM bidang kesehatan terbatas mulai dari kuantitas, kualitas, jenis dan distribusi tenaga dokter umum, tenaga ahli gizi, apoteker, analisis kesehatan, dll. Keterbatasan ini menghambat pelayanan kesehatan bahkan tenaga kesehatan yang ada kewalahan karena menjalankan beberapa tugas bersamaan sehingga pekerjaan terbengkalai atau keterlambatan penanganan pasien.

Langkah apa yang harus dilakukan? Penanganan baik dimulai dengan memetakan faktor yang berkaitan dengan masalah tersebut, khususnya di Manggarai. Pertama, peningkatan SDM kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan teknis dalam bidang kesehatan termasuk pemerataan tenaga kesehatan di Manggarai, terutama daerah yang terpencil dan sulit terjangkau demi ketersediaan layanan pertama untuk pasien terutama ibu hamil dan melahirkan.

Ini tidak mudah dan perlu intervensi pemerintah karena tidak setiap orang siap berada di daerah terpencil, ada usaha Pemerintah meningkatkan kesehatan melalui program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan di daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan serta daerah Bermasalah Kesehatan, yang terdiri dari tenaga profesional dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medis, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian. Tahun 2017 Manggarai mendapat dua puluh dua tenaga kesehatan dari Nusantara Sehat dan didistribusikan di 4 puskesmas: Wae Kajong, Reo, Bea Mese dan Iteng yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, sanitarian dan tenaga gizi berdasar kebutuhan puskesmas (kupang.tribunnews.com/2017/09/07/22-tenaga-kesehatan-tim-nusantara-sehat-bertugas-di-kabupaten-manggarai). Lalu, mengapa kematian ibu dan bayi masih rentan terjadi? Faktor lain yang berkaitan erat adalah keluarga sebagai lingkaran pertama dari ibu dan calon bayi, yang mengkondisikan, mengupayakan keselamatan  dan keamaan dan menjamin ketersediaan kebutuhan ibu dan calon bayi dari saat mengandung, melahirkan dan pasca melahirkan. Namun kondisi keluarga itu sendiri sangat beragam, tingkat pendidikan dan kesadaran diri, bagaimana mencukupi kebutuhan hidup ditambah faktor budaya dan geografis. Di sinilah perlu edukasi kesehatan untuk keluarga, tidak saja ibu yang mengadung dan suaminya, tapi juga keluarga besar.

Gereja bisa dilibatkan dalam peningkatan kualitas kesehatan. Apakah gereja sudah memperhatikan dan terlibat dalam penanganan masalah kesehatan warga dan masyarakat? Gereja adalah wadah yang bertanggungjawab dalam pelayanan, perlu berperan dalam kesehatan misalnya bisa melalui kotbah tentang kesehatan berdasarkan ajaran agama dan Alkitab, sosialisasi tentang kesehatan karena ini juga sebagai upaya menjaga dan merawat diri sebagai makhluk Tuhan yang mulia dan berakal budi. Alternatif lain bisa berupa pemantauan kesehatan jemaat secara rutin dan usaha peningkatan gizi jemaat. Sehingga gereja tidak hanya ibadah saja tetapi lebih dari itu sebagai wujud cinta kasih utuh dari Gereja terhadap umatnya.

 

Masalah kesehatan menjadi tangung jawab bersama, pemerintah melalui bidang kesehatan, kesadaran individu yang bergerak di kesehatan, perilaku individu di keluarga dan masyarakat dan institusi lain yang memberi perhatian terhadap masalah sosial ini. Dari temuan pemasalahan kematian ibu dan bayi di sekitar saya tinggal membuat saya lebih sadar dan memperlengkapi diri dalam mewujudkan kesadaran kesehatan baik diri sendiri, keluarga maupun lingkungan tempat saya tinggal dan terus berpartisipasi untuk Manggarai yang lebih baik.***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook