Saling Menopang Ekonomi Selama Pandemi

pada hari Rabu, 23 Desember 2020
oleh Thomas Yulianto

Tidak dapat dipungkiri hampir satu tahun pandemi Covid-19 ini berlangsung di Indonesia. Bahkan di bulan Desember belum ada penurunan angka pasien Covid-19, justru sebaliknya angka menunjukan peningkatan. Kesempatan mengunjungsi desa wisata Goa Gong dan pantai Klayar di daerah Pacitan, Jawa Timur di saat pandemi, memberi kesempatan penulis untuk mengamati bagaimana masyarakat menyikapinya.

 

Goa Gong dan Pantai Klayar termasuk tempat wisata yang diakui UNESCO sejak tahun 2015, sehingga animo pengunjungnya termasuk tinggi. Sejak pandemi merebak, tempat-tempat wisata ditutup sehingga ekonomi para pelaku usaha sekitar kawasan wisata turun drastis, mulai dari retribusi masuk lokasi, parkir, para pedagang, pemandu wisata sampai para pengusaha toilet. Salah satu  pedagang akik di kawasan Goa Gong bercerita bahwa awalnya pendapatan mereka terhitung cukup untuk makan, tetapi saat pandemi pendapatan mereka terjun bebas, bahkan tanpa hasil. Namun tidak ada pilihan lain selain menunggu wisatawan datang lagi dan membeli barang dagangan mereka.

 

Kawasan Pantai Klayar menyuguhkan keindahan pantainya. Banyak masyarakat sekitar bekerja sebagai ojek pantai yang mengangkut penumpang dari pinggir pantai sampai pintu keluar yang cukup jauh dan menanjak. Saat pandemi ini lebih banyak tukang ojek pantai dibandingkan dengan wisatawan yang datang. Jelas bahwa pendapatan mereka sangat berkurang. Seorang tukang ojek pantai bercerita bahwa dirinya belum mendapatkan penumpang satu pun Satu hal yang perlu diacungi jempol yakni mereka tidak menyerah dan yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Sebenarnya bukan hanya mereka yang berada di kawasan pantai ataupun goa yang terdampak pandemi dalam hal ekonomi. Banyak orang yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi karena terkena pengurangan karyawan di tempat kerja, tidak memiliki pekerjaan tetap bahkan sampai kepada petani dengan turunnya daya beli masyarakat.

Dengan observasi dan pengamatan lapangan, timbul sebuah refleksi sendiri bagi penulis bahwa perlu empati dan tindakan untuk saling menopang secara ekonomi dengan cara membeli barang dagangan atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Mari kita berbagi dengan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan kita semata, namun saling menghidupi satu dengan lainnya, supaya tercapai keseimbangan. “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan,” (2 Korintus 8: 15). ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook