Memahami Bencana & Bagaimana Bertindak

pada hari Sabtu, 6 Februari 2021
oleh Kresensia Risna Efrieno

 

 

Memasuki tahun 2021 beragam peristiwa alam maupun bencana alam melanda berbagai wilayah Indonesia dari gunung meletus seperti gunung Semeru di Lumajang dan Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta, gempa bumi di Sulawesi Barat, banjir bandang di Kalimantan Selatan, tanah longsor di Sumedang (Jawa Barat) dan di Manggarai (NTT), hujan es di Cianjur (Jawa Barat), juga angin puting beliung di Wonogiri (Jawa Tengah) yang meminta korban jiwa dan memaksa ribuan orang menjadi pengungsi.

 

 

 

Beragam kejadian di atas memperkuat antusiasme mahasiswa untuk mengikuti program Stube HEMAT Yogyakarta dalam topik ‘Climate Change and Life Survival’ untuk mewujudkan kesadaran mahasiswa terhadap perubahan iklim dan bagaimana menjaga kelangsungan hidup baik manusia maupun lingkungannya. Kegiatan ini berlangsung antara Januari-Maret. Dua puluh mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti diskusi awal pada tanggal 3 Februari 2021 untuk mengenal Stube HEMAT sebagai lembaga pengembangan sumber daya manusia khususnya mahasiswa, yang menyediakan kesempatan belajar untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman mahasiswa. Topik perubahan iklim sangat berkaitan dengan manusia dimana perubahan iklim sendiri diakibatkan oleh perilaku manusia yang mempengaruhi banyak hal dan akhirnya berdampak pada kelangsungan hidup manusia dan lingkungannya. Trustha Rembaka sebagai narasumber memandu peserta mengungkapkan kejadian bencana yang terjadi di kampung halamannya, seperti Ina Sinar dari Manggarai bercerita tanah longsor, Dika dari Lampung Timur membagikan fenomena hujan es dan Novita dari Sumba Barat melaporkan kebakaran rumah-rumah di kampung adat. Metode ini merupakan strategi untuk menghubungan diri peserta dengan kampung halamannya dan menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan iklim dan dampaknya benar terjadi sehingga mereka tahu bagaimana bertindak dengan tepat.

 

 

Selanjutnya, pada tanggal 5 Februari 2021 para peserta melanjutkan diskusi bersama Wana Kristanto, dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta tentang Kebencanaan dan Kawasan Rentan Bencana di Indonesia.’ Para peserta mendalami pengertian bencana, jenis bencana dan ancaman bencana dari UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan  penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Dari jenis-jenis bencana, dipetakan (1) bencana alam, yang diakibatkan oleh peristiwa alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor; kemudian (2) bencana non-alam seperti gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit; dan (3) bencana sosial, yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror. Di bagian ini ternyata ada perbedaan antara bencana dan ancaman bencana, yang mana ancaman bencana adalah kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana baik alamiah, hasil tindakan manusia atau gabungan keduanya.

 

 

Kristanto juga mengungkap Penyelenggaraan Penaggulangan Bencana di Indonesia secara sederhana dapat digambarkan dengan (1) Pra-bencana yang terdiri dari pencegahan bencana, kesiapsiagaan, peringatan dini dan mitigasi sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. (2) Tanggap Darurat, tindakan yang dilakukan segera untuk menangani dampak bencana seperti penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana; dan (3) Pascabencana, yang berupa rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memperbaiki dan membangun kembali sehingga kehidupan masyarakat bangkit kembali.

 

 

Dari tanggapan peserta, Lidia Meike Dwijayanti Ullo, dari Manokwari yang kuliah di Yogyakarta mengungkapkan, “Hal baru yang saya dapatkan hari ini yaitu jenis bencana yang terjadi, resiko dan ancaman yang terjadi saat bencana, saya juga menjadi tahu bagaimana bisa melakukan sesuatu saat bencana dan memperhatikan pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat.”

Stube HEMAT Yogyakarta dalam pelatihan ini membantu para mahasiswa untuk sadar bencana, mengerti apa itu bencana, mengapa terjadi, dan bagaimana mengantisipasi bencana, mengelola dan meminimalisir dampak bencana. Kesadaran baru terhadap bencana ini memperkaya wawasan mereka untuk tahu apa yang harus diakukan sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana dan setelah terjadi bencana.***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook