Merawat Mangrove untuk Kelangsungan Hidup di Pesisir

pada hari Minggu, 28 Februari 2021
oleh Sarlota Wantaar

 

 

Apa beda mangrove dan bakau? Ini pertanyaan yang menyeruak di antara peserta eksposur Stube HEMAT Yogyakarta ke kawasan Mangrove di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul (Minggu, 28/2/2021). Bisa jadi orang sering mengucapkan ‘mangrove’ dan ‘bakau’ tapi belum tentu mengetahui perbedaannya. Ini wajar karena kata-kata tersebut sering muncul namun terkadang tidak setiap orang memiliki perhatian terhadap kawasan pesisir dan problematikanya. Proses membangun kesadaran terhadap keberadaan kawasan pesisir dan problematikanya menjadi konsep eksposur atau belajar di lapangan yang dilakukan Stube HEMAT Yogyakarta untuk melengkapi proses pelatihan mahasiswa tentang perubahan iklim dan kelangsungan hidup.

 

 

Belasan mahasiswa dari berbagai kampus dan daerah seperti Lampung, Nusa Tenggara Timur, Nias, Yogyakarta, dan Maluku bergabung dalam eksposur dan berdialog dengan perwakilan dari Keluarga Pemuda-Pemudi Baros (KP2B) yang mengelola kawasan Mangrove. Wawan Widia Ardi Susanto, pengurus di KP2B, mengungkapkan bahwa KP2B berdiri sejak tahun 1980an dan memiliki kegiatan pemuda di desa seperti sinoman, diskusi, merangkai janur dan lain-lain. Dalam kegiatan diskusi, mereka membicarakan tantangan anak muda, bagaimana menjadi mandiri dan masalah aktual termasuk abrasi yang menggerus pantai, uap garam yang merusak tanaman petani, banjir kiriman sungai Opak yang selalu merendam lahan pertanian di kawasan ini dan sampah yang terbawa aliran sungai yang akhirnya terdampar kawasan Baros ini.

 

Tentang kawasan mangrove sendiri, Wawan memaparkan bahwa kegiatan konservasi mulai muncul sejak 2003 ketika LSM Relung bekerjasama dengan masyarakat dusun Baros mengembangkan kawasan konservasi mangrove. Aktivitas ini menggugah antusiasme masyarakt setempat khususnya KP2B untuk menindaklanjuti dengan berbagai pengembangan, antara lain eko-eduwisata, kunjungan belajar, penanaman mangrove, pengenalan burung dan kegiatan lainnya. Namun saat ini kegiatan menurun drastis karena pandemi.

 

 

Para peserta mengelilingi kawasan mangrove dan mengenali jenis-jenis tanaman yang ada di dalamnya, antara lain Avicennia, Rhizophora (bakau), Nipah, Bruguiera dan Sonneratia dengan manfaat yang mereka miliki masing-masing. Di sini terungkap bahwa Mangrove adalah kumpulan tanaman yang berada di kawasan pasang surut air laut yang membentuk suatu ekosistem, sedangkan bakau (Rhizopora) adalah salah satu jenis tanaman yang ada di kawasan mangrove. Salah satu manfaat adanya mangrove adalah berkembangnya pertanian lahan pasir karena uap garam yang terbawa dari laut bisa tersaring oleh daun-daun di mangrove.

 

 

Proses penanaman mangrove memperkaya pengalaman peserta. Di sela-sela penanaman, Wawan mengungkapkan kegelisahannya tentang musuh terbesar mangrove, yaitu sampah. Belum ada solusi efektif untuk mengantisipasi sampah yang masuk kawasan ini. Upaya yang dilakukan untuk melindungi kawasan baru berupa membuat pagar dari bambu dan jaring untuk mengurangi serbuan sampah. Ini adalah tantangan berat karena sebagian besar sungai-sungai di Yogyakarta menyambung ke sungai Opak termasuk sampahnya, dan muara sungai berada di wilayah Baros. Di akhir kegiatan peserta mengamati kreativitas lokal di Baros yang memanfaatkan limbah kayu yang dibuat menjadi berbagai karya seni seperti pohon natal, cermin, tempat buah dan hiasan lainnya yang dipasarkan untuk ekspor.

Peserta berefleksi bahwa kawasan pantai dengan pepohonan yang hijau adalah keindahan alam pantai yang menarik rasa setiap orang, namun bagaimana ketika kawasan itu rusak karena kelalaian manusia, dari iklim yang berubah, banjir dan sampah. Apakah manusia hanya berdiam diri dan membiarkan keindahan tadi hilang begitu saja? Manusia yang sudah dilengkapi pengetahuan tentu akan melakukan sesuatu untuk merawat keindahan alam tersebut. ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook