Kegunungapian dan Konsekuensinya

pada hari Sabtu, 27 Februari 2021
oleh Kresensia Risna Efrieno

Kunjungan belajar di Museum Gunungapi Merapi

 

Pernahkah mendengar tentang Museum Gunungapi Merapi (MGM)? Kali ini, Stube HEMAT Yogyakarta bersama mahasiswa melakukan eksposur atau kunjungan belajar di Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Pakem, Sleman, DIY (27/2/2021). Eksposur ini merupakan bagian dari Pelatihan Climate Change and Life Survival untuk mempelajari kegunungapian di Indonesia. Kegiatan pembelajaran ini secara langsung akan memperkaya pengalaman mahasiswa mempelajari topik kegunungapian.

 

Museum Gunungapi Merapi merupakan museum yang berisi pengetahuan tentang Gunung Api Merapi dan fenomena gunung api lainnya di seluruh dunia secara umum. Museum Gunungapi Merapi digadang menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Museum ini dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat reaktif-edukatif untuk masyarakat luas (mgm.slemankab.go.id).

 

Belasan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang kuliah di beragam kampus di Yogyakarta tiba di kawasan MGM  yang dibangun dengan arsitektur bangunan yang unik, khas puncak gunung. Selama masa pandemi pengelola MGM menerapkan protokol kesehatan dengan baik, seperti mencuci tangan, cek suhu sebelum masuk, dan mengingatkan pengunjung untuk menjaga jarak. Replika gunung Merapi di tengah ruangan menyambut kedatangan para pengunjung saat pertama melangkahkan kaki masuk ke dalam museum. Replika ini sebenarnya merupakan alat peraga untuk menunjukkan tahun letusan gunung merapi dan arah luncuran guguran lava dengan memencet tombol pilihan tahun letusan. Lampu akan menyala untuk menunjukkan arah guguran dan terdengar narasi dari pengeras suara sesuai tahun letusan.

 

 

Mahasiswa nampak serius menyimak penjelasan Dwi, seorang pemandu di MGM, ketika menceritakan diorama yang mengisahkan kondisi sebuah rumah pascaletusan gunung Merapi tahun 2010, dimana rumah dan perabotan bahkan kendaraan hancur terkena awan panas. Peristiwa ini memicu pertanyaan mahasiswa mengenai keberadaan orang-orang saat itu dan barang-barang penduduk lereng Merapi yang terdampak erupsi tahun 2010. Rasa penasaran mahasiswa tentang keberadaan gunung-gunung api di Indonesia terjawab di ruang gunung api Indonesia, bahkan mengejutkan saat pemandu menunjukkan titik-titik gunung api aktif di Indonesia karena beberapa peserta tidak menyadari kalau ada gunung api aktif di dekat tempat tinggalnya.

 

 

Di ruangan lain, peserta mengidentifikasi beragam bentuk gunung berapi dan jenis-jenis letusan. Khusus untuk gunung Merapi sendiri memiliki jenis letusan yang unik sehingga disebut tipe Merapi, yaitu erupsi bentuk kubah lava dan guguran lava yang memunculkan awan panas. Melengkapi pengenalan tentang kegunungapian, mahasiswa mengamati alat-alat pendeteksi letusan gunung Merapi. Lagi-lagi peserta mengungkapkan rasa penasaran mengenai alat-alat tersebut. Perubahan zaman membuat alat-alat tersebut mengalami pembaruan model dan fungsi sesuai kemajuan teknologi.

 

Kunjungan belajar di museum menjadi sebuah pengalaman dan pengetahuan baru bagi mahasiswa, seperti yang diungkap oleh Natra Marten Nee, salah satu peserta yang berasal dari Kupang, NTT, “Hal menarik yang saya dapatkan dari belajar di museum ini ialah petunjuk dan bukti tentang bencana letusan Gunung Merapi dari tahun ke tahun dan penjelasan narasumber terkait gunung api aktif yang berada di Indonesia maupun di luar Indonesia membuat saya belajar banyak tentang gunung berapi.

 

 

Ya, ketika orang mengenal lebih mendalam tempat tinggal, akan membuat mereka belajar bagaimana harus hidup, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan bagaimana menjaga kelangsungan hidupnya. ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook