Guyub Rukun Merawat Sumber Kehidupan

pada hari Sabtu, 19 Juni 2021
oleh Yonatan Pristiaji Nugroho

(Wujud Demokrasi Ekonomi Masyarakat Sekitar Gua Maria Tritis)

Oleh: Yonatan Pristiaji Nugroho

 

Di bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta ada desa yang memiliki tempat wisata religi umat Katolik yang bernama Gua Maria Tritis, tepatnya di dusun Bulu, desa Giring, kecamatan Paliyan, kabupaten Gunungkidul.  Gua Maria Tritis  sebagai salah satu wisata yang dipakai sebagai tempat ziarah umat Katholik  berkaitan erat dengan seorang tokoh sejarah, Ki Ageng Giring,  seorang tokoh yang terkenal pada zaman antara runtuhnya kerajaan Pajang dan berdirinya Kerajaan Mataram yang konon pernah bertapa di gua tersebut.

Dengan adanya tempat wisata tersebut membuka peluang kerja maupun usaha bagi warga sekitar. Hal ini ditunjukkan dari beberapa orang yang bekerja dan bertugas di Gua Maria Tritis yang tidak lain adalah dari warga lokal itu sendiri. Di sisi lain dalam penetapan siapa yang bertugas dan bekerja di kawasan gua, sebelumnya dusun mengadakan pertemuan di balai dusun atau bisa dikatakan musyawarah. Pertemuan itu dihadiri dari perwakilan Kepala Keluarga dan bersama juga Kepala Dusun dan pihak dari Paroki Wonosari. Sebagai contoh dari beberapa pekerjaan, seperti tempat parkir, petugas kebersihan, dan penjual makanan dan pakaian. Sementara untuk orang yang menjaga loket itu dari pihak gereja Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari karena di kawasan gua adalah yang memiliki tempat Paroki Wonosari.

Demokrasi tidak hanya berhubungan dengan politik saja melainkan ada demokrasi sosial budaya dan ekonomi. Politik tidak jauh dari hak milik suara setiap individu dalam memberikan suaranya terhadap aktivis politik yang ada di daerah masing-masing. Dalam sosial budaya, demokrasi ditujukan untuk kesejahteraan sosial dan keadilan. Seperti dalam ekonomi setiap individu juga memiliki hak dalam hal mendapat kesempatan kerja untuk mencapai taraf hidup yang sejahtera. Demokrasi  dalam semua bidang ini saling berhubungan satu dengan yang lain, tidak bisa hanya politik saja yang berjalan, sosial dan ekonomi pun harus ada dalam penerapannya di dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Begitu juga dengan masyarakat sekitar Gua Maria Tritis dimana setiap warga yang ada di desa mendapat haknya untuk memperoleh pekerjaan dan menciptakan usaha mandiri, baik itu dari hasil alam sekitar kawasan gua maupun kreativitas warga itu sendiri.

Keberagaman juga terlihat di tengah masyarakat sebagai bentuk toleransi. Setiap warga yang bekerja di kawasan tempat wisata terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari daerah asal, agama, kebudayaan, dan gender. Semua warga boleh dan berhak ikut bekerja di tempat wisata yang awalnya sebagai tempat ziarah umat Katholik. Tidak hanya itu, warga juga menjaga tradisi dengan gotong royong di kawasan gua atau biasa disebut kerja bakti untuk menjaga keasrian tempat wisata.

Jadi, apakah demokrasi sangat penting untuk diterapkan di masyarakat? Tentu, tanpa adanya demokrasi kita tidak bisa melakukan kewajiban dan mendapat hak kita sebagai masyarakat untuk mendapat keadilan baik itu politik, sosial budaya, dan ekonomi. Masyarakat dapat memerankan dirinya untuk berada di tengah pergumulan dalam aspek politik, sosial, dan ekonomi. Hal ini juga didapat dari peranan demokrasi di masyarakat sekitar Gua Maria Tritis, bahwa demokrasi yang ada tidak memihak kepada satu pihak yang memiliki kekuasaan, melainkan semua warga mendapatkan keadilan dan kebebasan yang tentu berdampak positif bagi setiap individu dan kelompok. Toleransi dalam keberagaman juga harus ditegakkan sebagai nilai kesatuan dan persatuan dalam masyarakat dan Negara. ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook