Mengungkap Pengalaman Melalui Tulisan

pada hari Rabu, 30 Juni 2021
oleh Daniel Prasdika

(Pendampingan Menulis Anak Muda Pondok Diakonia)

 

Oleh: Daniel Prasdika

 

 

 

Kiprah Program Multiplikasi Stube HEMAT di Lampung sudah berjalan selama satu tahun. Dalam kurun waktu itu beragam kegiatan telah dilakukan untuk memperlengkapi anak muda khususnya di Pondok Diakonia, GKSBS Batanghari, Lampung Timur di bawah pendampingan Pdt. Theofilus Agus Rohadi, S.Th, sebagai multiplikator. Berawal dari topik Piil Pesenggiri, keberagaman agama, dan kerentanan di Lampung dan potensi-potensi yang bisa dikembangkan, perjalanan satu tahun ini menarik untuk digali bagaimana pengalaman-pengalaman yang ada yang dirasakan oleh multiplikator maupun anak muda yang didampingi.

 

Proses mengungkapkan pengalaman khususnya melalui tulisan membutuhkan keterampilan khusus, agar tulisan menjadi menarik untuk dibaca dan mudah dipahami sehingga penting adanya pendampingan penulisan kepada anak muda di lingkup pelayanan Pondok Diakonia. Dengan inisiatif Daniel Prasdika dan Thomas Yulianto aktivis Stube HEMAT Yogyakarta dan pernah tinggal di Pondok Diakonia maka mereka mengadakan sharing dan bincang-bincang secara virtual bersama multiplikator Stube HEMAT di Lampung, Pdt. Theofilus Agus Rohadi, S.Th beserta anak muda Pondok Diakonia dan anak muda sekitarnya pada hari Selasa, 29 Juni 2021 sebagai dorongan motivasi menulis.

 

Bincang-bincang yang diikuti dua belas orang ini bertujuan memberikan motivasi belajar dan menulis untuk anak muda di Lampung dan bisa menghasilkan karya tulisan yang mengungkapkan pengalaman dan refleksi dari kegiatan yang diikuti di Stube HEMAT. Dika dan Thomas memulai sharing dengan memperkenalkan diri pernah tinggal di Pondok Diakonia dan saat kuliah di Yogyakarta aktif di Stube HEMAT Yogyakarta. Menulis bisa jadi dianggap "sepele" namun dampaknya luar biasa. Karya tulisan menyampaikan informasi, ilmu pengetahuan, bahkan motivasi kepada orang banyak serta secara tidak langsung menyimpan memori. Menulis sebenarnya hal yang mudah jika ada kemauan, mau belajar dan sudah terbiasa. Selanjutnya beberapa peserta dari Lampung mengungkapkan pengalaman menarik ketika mengikuti  program  Stube HEMAT di Lampung, seperti mendapat hal baru tentang pesan-pesan  moral dari Piil Pesenggiri, berkunjung ke rumah adat Lampung, pertama kali berdialog dengan pemuka agama lain, dan baru menyadari tentang potensi konflik dan potensi alam yang melimpah untuk mendukung perekonomian di Lampung.

 

Trustha Rembaka, S.Th. koordinator Stube HEMAT Yogyakarta sebagai pemateri menyampaikan dasar menulis sebagai kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, dan kemauan. Tiga hal ini mendasari seseorang untuk menulis. Menulis sendiri merupakan ekspresi nyata apa yang dilihat, didengar dan dirasakan ke dalam bentuk tulisan. Struktur teks yang bisa digunakan adalah rumus 5W+1H, yaitu when, where, what, who, why, how. Dengan bantuan rumus tersebut tulisan sederhana bisa dibangun dari merangkai kata-kata dalam setiap paragraf nantinya. Bergerak dari ini harapannya anak muda di Lampung mampu mengasilkan sebuah karya dalam bentuk tulisan.

Di akhir perbincangan, para peserta menentukan kesan pesan masing-masing dari kegiatan Stube HEMAT Lampung yang diikuti, untuk diwujudkan ke dalam tulisan. Tulisan-tulisan yang merupakan ungkapan pengalaman itu membantu orang lain belajar, membuka wawasan, mendapatkan inspirasi atau bahkan membangkitkan kekuatan. Jadi, masihkah menunda waktu untuk menulis dan mengungkapkan pengalaman? ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook