Mampu Berkomunikasi dan Menemukan Solusi

pada hari Senin, 24 Oktober 2022
oleh Kresensia Risna Efrieno
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMA BOPKRI Banguntapan

 

Oleh Kresensia Risna Efrieno.          

Apyang sebenarnya diharapkan dalam kepemimpinan? Seorang pemimpin yang baik? Bertanggungjawab? Ya, tentu saja itu yang menjadi harapan setiap orang, baik yang dipimpin maupun yang memimpin. Setiap orang berusaha mencari pengalaman bagaimana menjadi pemimpin yang baik untuk sebuah organisasi. Menjadi pemimpin adalah tugas mulia karena menjadi contoh sekaligus sosok yang mendorong anggotanya melakukan kebaikan dan berdampak positif bagi organisasi dan masyarakat.

 

 

Stube HEMAT Yogyakarta ‘concern’ pada pengembangan sumber daya manusia, dan mendorong anak muda menjadi pemimpin yang berdampak positif bagi masyarakat. Dalam kesempatan ini Stube HEMAT Yogyakarta mendampingi pengurus OSIS SMA BOPKRI Banguntapan dalam Latihan Dasar Kepemimpinan, di Joglo Pasinaon, Kalasan, Sleman (Sabtu22/10/2022). Ada 25 siswa dan beberapa guru berpartisipasi dalam kegiatan untuk membentuk jiwa kepemimpinan pengurus OSIS yang terpilih.

 

 

 

 

Di awal sesi, para peserta mengenal Stube HEMAT program melalui link YouTube Stube HEMAT Videos. Selanjutnya, Kresensia Risna Efrieno, salah satu team Stube HEMAT Yogyakarta memandu peserta dalam Dinamika Kelompok. Peserta dibagi kedalam tiga kelompok dan masing-masing menentukan seorang pemimpin. Para pemimpin tersebut diminta membayangkan suatu gambar dan menggoreskan garis di kertas dan dilarang menyebutkan gambar imajinasi ke anggotanya. Selanjutnya, anggota kelompok meneruskan goresan yang ada. Di akhir proses ternyata gambar berbeda dengan imajinasi para pemimpin. Mengapa bisa terjadi? Karena pemimpin tidak mengungkapkan apa yang menjadi impiannya dan anggota menebak gambar apa yang dipikirkan sang pemimpin. Aktivitas ini mengajarkan bagaimana seorang pemimpin dan anggotanya untuk bisa saling mengkomunikasikan ide dan menjaga kekompakan kelompok untuk mencapai tujuan, dalam hal ini OSIS.

 

 

 

 

Dalam sesi berikutnya, Trustha Rembaka, S.Th koordinator Stube HEMAT Yogyakarta mengundang peserta untuk membaca komitmen peserta bahwa LDK ini “...melahirkan seorang pemimpin yang berdedikasi tinggi, tanggap terhadap suatu permasalahan memang tidak mudah. Bukan hanya kecakapan dan kecerdasan yang diperlukan, tetapi rasa tanggung jawab, peka terhadap situasi dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi agar nantinya ketika menjadi pemimpin mampu mengayomi yang dipimpinnya.” Trustha membantu kelompok memetakan tantangan yang dihadapi SMA BOBAYO. Proses ini membantu pengurus OSIS mengidentifkasi tantangan yang ada dan menemukan solusi yang bisa mereka lakukan sebagai program kegiatan OSIS. Satu kelompok menemukan jumlah siswa sekolah masih sedikit, sehingga mereka akan mempromosikan sekolah melalui podcast tentang kegiatan sekolah, siswa dan keberhasilannya, tour vocal group di gereja-gereja, dan mengadakan lomba antar siswa SMP. Kelompok berikutnya mengungkapkan keterbatasan kemampuan siswa di pelajaran tertentu maupun keterampilan yang dimiliki. Dari identifikasi ini mereka membuat kelompok kecil untuk membantu siswa yang kesulitan pelajaran, misalnya Matematika dan belajar alat musik.

 

 

Para peserta menunjukkan antusiasme ketika mendapat ruang mengungkapkan pendapat dan mengusulkan ide sebagai solusi dari masalah-masalah yang dihadapi. Di titik ini sudah muncul karakter kepemimpinan yang baik, komunikatif, dan kerjasama yang baik dalam organisasi. Harapannya gagasan dan solusi yang ditawarkan bisa menjadi program kerja pengurus OSIS SMA BOPKRI Banguntapan. VIVA BOBAYO***

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2022 (37)
 2021 (42)
 2020 (49)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 585

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook